Materi Dan Energi
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sebuah molekul dapat dipecah lagi menjadi bagian lebih kecil yang disebut atom. Molekul gula tebu dapat dipecah menjadi 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen. Atom-atom tersebut dipersatukan sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk molekul gula. Akan tetapi, bila atom-atom karbon, hidrogen, dan oksigen tesebut dipersatukan kembali dengan susunan yang berbeda akan dapat membentuk molekul materi yang berbeda, misalnya alkohol atau zat pati. Dari contoh-contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa atom-atom disebut pula unsur dasar yang menyusun suatu materi.
Semua materi mempunyai sifat sendiri-sendiri. Apabila terjadi suatu perubahan karena sesuatu, sifatnya akan berubah dan sifat itu menjadi ciri bagi materi tersebut. Perubahan suatu materi dibedakan atas dua kelompok, yaitu :
a. Perubahan materi secara fisika adalah perubahan materi yang tidak
disertai terjadinya materi jenis baru, misalnya sebagai berikut.
A.Penguapan air, kalau air dipanaskan akan berubah menjadi
uap.
B.Pembekuan air, air didinginkan pada 00 C menjadi es.
C.Gula dilarutkan dalam air: tidak mengubah warna tetapi manis.
Jadi, perubahan materi secara fisika termasuk perubahan tingkat wujud
materi, seperti menguap, membeku, melarut dan menghablur.
b. Perubahan materi secara kimia adalah perubahan yang menghasilkan
satu atau beberapa materi yang jenisnya lain, misalnya sebagai berikut.
A.Besi berkarat: sepotong besi yang dibiarkan dalam keadaan lembab
dan karena reaksi udara beberapa waktu akan timbul karat yang merupakan materi baru hasil reaksi.
B.Pembakaran: sepotong kayu dinyalakan dan terbakar menghasilkan abu.
-Magnesium ditaruh pada nyala api : akan tampak kabut putih dengan
nyala menyilaukan, setelah dingin idak tampak potongan magnesium
tersebut.
Atom adalah partikel yang paling kecil dari suatu unsur kimia.
Partikel didefinisikan sebagai atom bila masih memiliki sifat-sifat atom
tersebut.
Menurut John Dalton (1766 – 1844), seorang ahli kimia Prancis,
mengajukan hipotesis tentang substansi dasar materi. Ternyata prinsip
hipotesis tersebut dapat bertahan, sehingga dikenal sebagai Teori
Dalton. Atom menurut Dalton tersusun sebagai berikut :
1) Atom merupakan partikel-partikel terkecil dari unsur yang tidak dapat
dipecahkan lagi.
2)Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai sifat sama, sebaliknya
atom dari unsur yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda pula.
3) Kumpulan atom sejenis dapat membentuk unsur, sedang kumpulan
atom berlainan jenis akan membentuk senyawa.
4) Atom-atom yang saling mengikat secara kimiawi akan membentuk molekul.
Kemajuan pesat di dunia ilmu pengetahuan alam dalam abad XX
menimbulkan perbedaan pendapat tentang konsep teori atom dan molekul.
Saat ini batasan untuk atom adalah partikel yang terkecil dari suatu
unsur yang dapat mengambil bagian dalam perubahan-perubahan kimia.
Rutherford (1817 – 1937) mengemukakan teori tentang struktur atom dan mengatakan bahwa :
Sebuah atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan
dibungkus oleh kulit atom yang mengandung elektron-elekron yang
bermuatan negatif. Atom tidak akan bermuatan listrik (menjadi netral)
bila jumlah muatan negatif sama dengan jumlah muatan positif.
J. Chadwick (1891 – 1994) menemukan bahwa partikel jenis ketiga ini
tidak bermuatan listrik dan mempunyai massa tepat sama dengan massa
proton. Partikel ini disebut neutron yang bersama-sama dengan proton di
dalam nukleus.Berat proton dibandingkan dengan berat electron adalah 1840 kali lebih besar. Massa atom unsur-unsur lain tergantung pada massa inti atom unsur tersebut dan hal ini tergantung pada massa neutronnya. Misalkan, massa atom oksigen adalah 16, berarti pada oksigen terdapat 8 proton dan 8 neutron di dalam inti atomnya.
Niels Bohr (1885 – 1962) mengajukan teori yang menyatakan bahwa
atom merupakan system matahari yang terkecil (miniatur). Inti atom
sebagai matahari dan elektron-elektron sebagai planet yang beredar
mengelilingi inti. Elektron-elektron beredar melintasi garis edar
berbentuk elips dengan kecepatan cahaya. Niels Bohr menemukan bahwa
lokasi-lokasi electron tertentu dan terbatas. Electron dapat terlempar
ke luar orbit dan menjauhi intinya, kadang-kadang malah memasuki orbit
lebih dekat ke inti mempunyai energi lebih kecil daripada electron yang
jauh dari inti. Untuk memindahkan electron dari lintasan yang dekat ke
inti ke lintasan yang lebih jauh dari inti diperlukan tambahan energi.
Sebaliknya, electron dari lintasan luar yang jauh ke lintasan dalam yang
dekat inti melepaskan energi. Energi yang dilepas maupun ditambahkan
merupakan jumlah tertentu yang disebut kuantum.
Neils Bohr gagal mengadakan percobaan dengan atom lain kecuali
hydrogen, tetapi kegagalan tersebut diperbaiki oleh Schrodinger sehingga
teori Bohr dapat dimantapkan.
A.Kulit I hanya dapat diisi 2 elektron
B.Kulit II hanya dapat diisi 8 elektron
C.Kulit III hanya dapat diisi 18 elektronD.Kulit IV hanya dapat diisi 32 elektron
Symbol atom modern dirintis oleh Jacob Berzelius pada tahun 1813 dengan mengambil singkatan dari huruf pertama nama atom yang kadang-kadang diikuti oleh salah satu huruf berikutnya. Huruf pertama ditulis dengan huruf besar, sedang huruf berikutnya ditulis dengan huruf kecil. Sebagai contoh :
Nama Atom
Simbol
Hydrogen: H
Oksigen: O
Calsium: Ca
2. Energi
Energi dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Peristiwa ini disebut transformasi energi. Sebagai contoh, kayu yang dibakar menghasilkan energi panas.
Energi dapat diubah menjadi energi yang setara, tetapi energi itu tidak dapat dimusnahkan dan juga tidak dapat dibuat. Hal ini disebut hukum kekekalan energi. Albert Einstein mengemukakan pendapatnya tentang hukum kekekalan materi dan energi, bahwa pada waktunya orang dapat mengubah unsur menjadi energi dan sebaliknya energi menjadi unsur kembali. Para ahli menegaskan pendapat Einstein dengan mengemukakan bahwa unsur dan energi adalah dua macam bentuk yang berlainan, maka tetap berlaku hukum kekekalan. Bahwa untuk energi dapat diubah dari yang satu ke yang lain, tetapi jumlah akhir adalah tetap. Bagan di bawah ini memperlihatkan secara skematis energi asal radiasi surya maupun buatan manusia diubah bentuknya menjadi energi yang dapat dimanfaatkan.
Pada proses I : Sinar matahari ditangkap oleh daun tumbuh-tumbuhan, dikumpulkan dalam bentuk kayu dan biomassa sebagai kayu bakar atau biomassa yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
Pada proses II : menunjukkan pada radiasi surya yang memanasi
atmosfer, sehingga terjadi perpindahan udara berupa angin dan arus pancar.
Pembakaran: sepotong kayu dinyalakan dan terbakar menghasilkan abu.
Magnesium ditaruh pada nyala api : akan tampak kabut putih dengan
nyala menyilaukan, setelah dingin idak tampak potongan magnesium
tersebut. Atom adalah partikel yang paling kecil dari suatu unsur
kimia. Partikel didefinisikan sebagai atom bila masih memiliki
sifat-sifat atom tersebut.
1) Atom merupakan partikel-partikel terkecil dari unsur yang tidak dapat dipecahkan lagi.
2)Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai sifat sama, sebaliknya
atom dari unsur yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda pula.
3) Kumpulan atom sejenis dapat membentuk unsur, sedang kumpulan atom berlainan jenis akan membentuk senyawa.
4) Atom-atom yang saling mengikat secara kimiawi akan membentuk molekul.
Rutherford (1817 – 1937) mengemukakan teori tentang struktur atom dan mengatakan bahwa :
Sebuah atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan
dibungkus oleh kulit atom yang mengandung elektron-elekron yang
bermuatan negatif. Atom tidak akan bermuatan listrik (menjadi netral)
bila jumlah muatan negatif sama dengan jumlah muatan positif.
J. Chadwick (1891 – 1994) menemukan bahwa partikel jenis ketiga ini
tidak bermuatan listrik dan mempunyai massa tepat sama dengan massa
proton. Partikel ini disebut neutron yang bersama-sama dengan proton di
dalam nukleus.
Berat proton dibandingkan dengan berat electron adalah 1840 kali
lebih besar. Massa atom unsur-unsur lain tergantung pada massa inti atom
unsur tersebut dan hal ini tergantung pada massa neutronnya. Misalkan,
massa atom oksigen adalah 16, berarti pada oksigen terdapat 8 proton dan
8 neutron di dalam inti atomnya.
Niels Bohr (1885 – 1962) mengajukan teori yang menyatakan bahwaatom
merupakan system matahari yang terkecil (miniatur). Inti atom sebagai
matahari dan elektron-elektron sebagai planet yang beredar mengelilingi
inti. Elektron-elektron beredar melintasi garis edar berbentuk elips
dengan kecepatan cahaya. Niels Bohr menemukan bahwa lokasi-lokasi
electron tertentu dan terbatas.
Electron dapat terlempar ke luar orbit
dan menjauhi intinya, kadang-kadang malah memasuki orbit lebih dekat ke
inti mempunyai energi lebih kecil daripada electron yang jauh dari inti.
Untuk memindahkan electron dari lintasan yang dekat ke inti ke lintasan
yang lebih jauh dari inti diperlukan tambahan energi. Sebaliknya,
electron dari lintasan luar yang jauh ke lintasan dalam yang dekat inti
melepaskan energi. Energi yang dilepas maupun ditambahkan merupakan
jumlah tertentu yang disebut kuantum.
a.Kulit I
hanya dapat diisi 2 elektron
b.Kulit II hanya dapat diisi 8 elektronc.Kulit III hanya dapat diisi 18 elektron
d.Kulit IV hanya dapat diisi 32 elektron
Symbol atom modern dirintis oleh Jacob Berzelius pada tahun 1813 dengan mengambil singkatan dari huruf pertama nama atom yang kadang-kadang diikuti oleh salah satu huruf berikutnya. Huruf pertama ditulis dengan huruf besar, sedang huruf berikutnya ditulis dengan huruf kecil. Sebagai contoh :
Nama Atom
Simbol
Hydrogen
H
Oksigen
O
Calsium
Ca
2. Energi
Energi dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Peristiwa ini disebut transformasi energi. Sebagai contoh, kayu yang dibakar menghasilkan energi panas.
Energi dapat diubah menjadi energi yang setara, tetapi energi itu tidak dapat dimusnahkan dan juga tidak dapat dibuat. Hal ini disebut hukum kekekalan energi. Albert Einstein mengemukakan pendapatnya tentang hukum kekekalan materi dan energi, bahwa pada waktunya orang dapat mengubah unsur menjadi energi dan sebaliknya energi menjadi unsur kembali. Para ahli menegaskan pendapat Einstein dengan mengemukakan bahwa unsur dan energi adalah dua macam bentuk yang berlainan, maka tetap berlaku hukum kekekalan. Bahwa untuk energi dapat diubah dari yang satu ke yang lain, tetapi jumlah akhir adalah tetap. Bagan di bawah ini memperlihatkan secara skematis energi asal radiasi surya maupun buatan manusia diubah bentuknya menjadi energi yang dapat dimanfaatkan.
Pada proses I : Sinar matahari ditangkap oleh daun tumbuh-tumbuhan, dikumpulkan dalam bentuk kayu dan biomassa sebagai kayu bakar atau biomassa yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
Pada proses II : menunjukkan pada radiasi surya yang memanasi
atmosfer, sehingga terjadi perpindahan udara berupa angin dan arus pancar.
s, maka dapat langsung dimanfaatkan untuk memutar turbin uap yang dikaitkan dengan generator pembangkit listrik. Dengan demikian kita akan mendapatkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Bila yang keluar adalah air panas, maka dapat pula digunakan untuk pembangkit listrik, tetapi tidak secara langsung. air panas itu digunakan untuk menguapkan amonia. Gas amonia inilah yang digunakan untuk memutar turbin uap yang dikaitkan dengan generator pembangkit tenaga listrik, sehingga akan didapatkan energi listrik. Di samping untuk mendapatkan energi listrik, air panas juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, misalnya untuk penyaringan lumbung padi atau disalurkan untuk keperluan rumah tangga.
3. Energi Angin
Kincir angin telah digunakan untuk menggiling tepung di Persia dalam abad VII. Kincir angin di negeri Belanda dipakai untuk menggerakkan pompa irigasi dan untuk menggiling tepung hingga kini masih terkenal, walaupun pada saat ini banyak berfungsi sebagai obyek wisata.
Pada dasarnya angin terjadi karena adanya perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin. Di daerah khatulistiwa yang panas, udaranya menjadi panas, mengembang dan menjadi ringan, naik ke atas dan bergerak ke daerah yang lebih dingin, misalnya daerah kutub. Sebaliknya, daerah kutub yang dingin, udaranya menjadi dingin dan turun ke bawah. Dengan demikian terjadi suatu perputaran udara berupa perpindahan udaradari kutub-kutub. Utara ke garis khatulistiwa menyusuri permukaan bumi dan sebaliknya, suatu perpindahan udara dari khatulistiwa kembali ke kutub utara, melalui lapisan udara yang tinggi. Perpindahan udara seperti itu dikenal sebagai Angin Pasat.
Penggunaan tenaga angin dapat dilakukan untuk keperluan-keperluan sebagai berikut :
-Menggerakkan pompa-pompa air untuk irigasi ataupun untuk
-mendapatkan air tawar bagi ternak.
-Menggiling padi untuk mendapatkan beras.
-Menggergaji kayu.
-Membangkitkan tenaga listrik.
4. Energi Pasang Surut
Selain itu, benda langit lain, yaitu matahari, juga mempunyai pengaruh yang besar, meskipun terletak lebih jauh, yaitu 150 juta kilometer dari bumi. Namun, karena ukurannya yang besar sekali (garis tengahnya ± 1,5 juta km), maka pengaruh matahari terhadap gejala pasang surut di bumi sebesar pengaruh bulan.
Dengan demikian, maka gaya tarik gravitasi akan terbesar bilamana matahari dan bulan ada pada sisi yang sama terhadap bumi. Di lain pihak, bilamana bulan dan matahari berada pada sisi yang berlainan, maka pengaruh gaya tarik gravitasi kurang karena akan saling menghapus.
5. Energi Biogas
Untuk proses fermentasi tinja tidak diperlukan suatu bahan tambahan kecuali air, yaitu untuk tiap empat bagian tinja ditambah lima bagian air. Perlu dikemukakan bahwa sisa tinja setelah diambil biogasnya tidak kehilangan nilai sebagai pupuk alam. Selanjutnya dapat dicatat pula bahwa biogas tidak berbau. Demikian pula sisa tinja yang akan dipakai sebagai pupuk tidak berbau.
6. Energi Biomassa
Di Negara-negara yang telah maju, dengan berkembangnya industry,
peranan biomassa sebagai sumber energi makin berkurang dan diganti
dengan energi komersial, mula-mula batu bara, kemudian minyak bumi. Pada
saat ini Negara-negara industry praktis tidak lagi menggunakan energi
yang berasal dari biomassa. Pola energi Negara-negara tersebut boleh
dikatakan seluruhnya terdiri atas energi komersial.
Lain halnya adalah situasi Negara-negara berkembang, di Negara- negara tersebut biomassa masih merupakan komponen yang besar dalam pola pemakaian energi. Salah satu perkiraan mengatakan bahwa pemakaian energi yang berasal dari biomassa, terutama pemanfaatan kayu bakar, limbah pertanian, dan tinja hewan, mencapai 60% dari seluruh konsumsi energi.
Pemanfaatan biomassa untuk keperluan energi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pemanfaatan kayu bakar dan limbah pertanian secara langsung sebagai bahan merupakan contoh klasik yang masih banyak dipakai.
Salah satu kemungkinan yang banyak menarik perhatian adalah pembuatan alcohol, khususnya etanol dari biomassa, sebagai calon pengganti minyak untuk bahan bakar transport. Etanol dapat dihasilkan dari bahan-bahan baku biomassa berikut :
Lain halnya adalah situasi Negara-negara berkembang, di Negara- negara tersebut biomassa masih merupakan komponen yang besar dalam pola pemakaian energi. Salah satu perkiraan mengatakan bahwa pemakaian energi yang berasal dari biomassa, terutama pemanfaatan kayu bakar, limbah pertanian, dan tinja hewan, mencapai 60% dari seluruh konsumsi energi.
Pemanfaatan biomassa untuk keperluan energi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pemanfaatan kayu bakar dan limbah pertanian secara langsung sebagai bahan merupakan contoh klasik yang masih banyak dipakai.
Biomassa untuk Bahan Bakar Transpor
Kecuali kapal-kapal laut besar yang dapat memakai energi nuklir
sebagai tenaga penggerak dan kereta api yang dapat mempergunakan tenaga
listrik, pada umumnya alat-alat pengangkutan, seperti truk dan mobil,
tergantung pada minyak sebagai bahan bakar. Dengan kian meningkatnya
harga minyak bumi dan kesadaran akan terbatasnya sumber daya energi ini,
banyak usaha yang dilakukan untuk mendapatkan suatu sumber energi
alternative sebagai bahan bakar transport.Salah satu kemungkinan yang banyak menarik perhatian adalah pembuatan alcohol, khususnya etanol dari biomassa, sebagai calon pengganti minyak untuk bahan bakar transport. Etanol dapat dihasilkan dari bahan-bahan baku biomassa berikut :
1). Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk
gula, seperti tebu dan nipah.
2). Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk zat
tepung, seperti ubi jalar, kentang dan sagu.
3). Bahan selulosa yang mengandung arang dengan bentuk
molekul yang lebih kompleks, seperti kayu.
Proses pembuatan etanol pada asasnya terdiri atas langkah-langkah berikut :
1. Konsentrasi hidrat arang menjadi gula yang dapat dicairkan dalam air.2. Fermentasi gula menjadi etanol.
3. Pemisahan etanol dari air dan komponen-komponen lain dengan cara destilasi.
sumber : http://blog.uin-malang.ac.id/spirit/2011/10/14/materi-dan-energi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar